Jilbab
Pembawa Berkah
Aku mulai memakai jilbab ketika aku
duduk di kelas satu SMP. Itu pun bukan keinginanku. Itu peraturan dari sekolah
yang mewajibkan siswi nya memakai jilbab. Pada saat itu aku agak terpaksa
dengan peraturan tersebut, karena aku merasa jika memakai jilbab, kepalaku
terasa lebih panas. Ditambah lagi aku termasuk orang yang tidak betah dalam hal
apapun. Aku memakai jilbab hanya di sekolah saja.
Seiring berjalannya waktu tibalah
aku menjadi anak SMA. Lagi-lagi aku masuk ke sekolah yang mewajibkan siswinya
memakai jilbab. Akan tetapi aku tidak merasa terpaksa seperti SMP dulu. Aku
sudah mulai terbiasa memakai jilbab dan yang aku rasakan pada saat itu jilbab
tidak membuat kepala panas, justru membuat kepalaku adem. Aku pun mulai menggunakan
jilbab di luar sekolah ketika SMA. Mungkin karena aku juga mulai menyadari aku
sudah mulai dewasa, aku harus menutupi auratku sebagai perempuan.
Ketika SMP aku termasuk anak yang
tidak aktif di organisasi sekolah. Dipikiranku hanya ingin bermain dan bermain.
Ketika di SMA ini aku berpikir untuk merubah kebiasaan burukku karena aku
bukanlah aku yang dulu tetapi aku yang berjilbab, tentu perbuatan pun harus
dijilbab. Di SMA aku mengikuti kegiatan ekstrakulikuler rohis (rohani islam).
Aku mengikuti ekskul itu karena ingin lebih tahu tentang ilmu agama dan bisa
merasakan berkecimpung di dunia keorganisasian.
Di ekskul tersebut aku mendapat
banyak pelajaran dan pengalaman berharga. Rohis selalu merayakan hari hari
besar islam di sekolah, seperti maulid nabi, menyembelih hewan kurban, dan
lain-lain. Sebelum mengikuti rohis, aku tidak pernah merasakan memotong daging
kurban dan membagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Aku merasa jilbab
inilah yang telah membuatku memilih rohis sebagai ekskul utama.
Kehidupanku di SMA (setelah selalu
memakai jilbab) sangatlah dengan kehidupanku ketika di SMP. Aku merasa lebih
ingin menimba ilmu ketimbang bermain-main. Nilai-nilaiku di SMA sangatlah baik
jika dibandingkan SMP karena ketika SMA aku lebih rajin untuk belajar.
Jilbab juga membuat aku lebih dekat
dengan Allah. Ditambah lagi aku mengikuti rohis. Aku merasa hidupku mulai
sempurna karena solat 5 waktu dan sunah dhuhaku sudah berjalan baik. Jika aku
tidak melaksanakan solat 5 waktu, aku merasa malu kepadaNya dan jilbabku. Aku
dilindungi oleh jilbab tetapi aku tidak bisa melindungi jilbabku.
Selain itu jilbab juga membuat aku
mendapat teman-teman yang sama-sama menggunakan jilbab sepertiku. Aku sangat
bahagia mempunyai teman-teman seperti sekarang. Aku sangat mencintai dan
menyayangi mereka. Terkadang mereka mengingatkan aku untuk solat ketika aku
sedang malas. Mereka selalu ada buatku disaat aku susah maupun senang.
Menurutku,kehidupanku yang
berjilbab ini belum sepenuhnya sempurna karena aku masih kurang untuk beramal,
berpuasa, dan berbuat sopan kepada orang tua. Untuk beramal aku masih saja
kurang bisa, aku tidak tahu mengapa aku masih kurang bisa untuk menjauhi sifat
pelit ini. Aku sangat berharap agar sifat ini bisa hilang dariku. Berpuasa, aku
selalu berniat untuk melakukan puasa sunnah senin kamis tetapi jujur tidak
satupun yang terlaksana. Aku orang yang mudah lupa. Jadi maklum jika aku
seperti itu. Aku selalu menyesali jika sudah diniatkan tapi tidak terlaksana.
Untuk berbuat sopan terhadap orang tuaku aku rasa aku belum bisa sepenuhnya
dilakukan. Entah mengapa selalu saja aku tergoda nafsu setan untuk membentak
orang tuaku. Aku sangat berharap ke depannya aku bisa melakukan ketiga
kekurangan tersebut dengan baik.
Selama aku memakai jilbab aku mulai
bepikir untuk berhenti berpacaran. Tentu aku malu kepada jilbabku ini jikalau
aku berduaan dengan orang yang bukan muhrimku. Banyak yang bilang aku sok jual
mahal. Akan tetapi aku tidak menghiraukannya, aku hanya ingin menghormati
jilbabku karena Allah. Terserah saja orang mau bilang apa. Aku sudah berumur 18
tahun tentu aku sudah dewasa. Mungkin aku akan mencari calon suami bukan calon
pacar lagi. Aku sangat ingin mendapatkan suami yang soleh, yang bisa menjadi
imam yang baik untuk aku dan anak-anakku kelak.
Tidak hanya aku, sekarang ibuku pun
memakai jilbab. Aku sangat bersyukur karena dulu ibuku tidak betah jika memakai
jilbab. Sekarang dia sudah terbiasa menggunakannya sama sepertiku. Aku dan ibuku
suka megoleksi model-model jilbab dan pakaian muslim. Sekarang pakaian dan
jilbab sudah modern, banyak yang dimodifikasi dengan aksesori yang lucu-lucu.
Jilbab yang paling diminati saat ini mungkin adalah model pasmina. Model dan
warna nya yang lucu cocok sekali jika dipakai oleh remaja wanita.
Jangan pernah malu untuk memakai
jilbab. Jangan pernah berpikiran jika memakai jilbab itu akan terlihat cupu.
Justru kamu akan menjadi orang yang paling dekat dengan Allah, apalagi jika
diiringi dengan perbuatan baik dan soleha. Allah sangat suka dengan wanita yang
memakai hijab. Hijab berfungsi menutupi aurat kita selaku wanita. Jilbab dapat
menhindari kamu dari perbuatan pelecehan seksual. Banyak wanita yang merasa
dilecehkan oleh pria. Menurut saya dia yang memancing pria tersebut dengan
pakaian yang tidak layak untuk dipakai. Jika kita memakai jilbab dan pakaian
muslim insya Allah tidak ada yang berani melecehkan kamu.
Jilbab itu pembawa berkah bagi yang
memakainya. Jilbab mampu merubah kebiasaan buruk kita. Jilbab akan selalu
mengingatkan kita untuk berbakti kepada Allah. Tidak akan rugi jika kamu sudah
berniat akan memakai jibab. Jilbab membuat wajahmu 1000 kali lebih cantik dibanding
orang yang tidak memakai jilbab. Saya menyarankan untuk semua wanita muslim di
Indonesia khususnya remaja, mari kita memakai jilbab dari sekarang. Rubah semua
perbuatan buruk kita menjadi baik agar Allah bangga dengan kita. Raih prestasi
dan cita-cita di masa depan dengan jilbab, karena jilbab memang membawa berkah
bagi kita semua selaku wanita muslim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar